Tips Mempersiapkan Diri Menjadi Freelancer (Biar Nggak Kaget di Tengah Jalan)
Note : Catatan Kak Siti Meiyana Arafah , Grup WhatsApp Freelancer √
Banyak orang ingin jadi freelancer karena:
✔️ Fleksibel
✔️ Bisa kerja dari mana saja
✔️ Tidak terikat kantor
Tapi… sedikit yang benar-benar siap dengan sistem dan mentalnya.
Berikut hal penting yang perlu disiapkan:
1️⃣ Ubah Mindset: Freelancer = Pebisnis
Freelancer bukan “pekerja lepas yang nunggu order”.
Freelancer adalah pemilik jasa.
Artinya kamu harus:
- Mencari klien
- Menentukan harga
- Mengatur keuangan
- Mengelola waktu sendiri
- Kalau mentalnya masih “menunggu disuruh”, akan sulit berkembang.
2️⃣ Tentukan Skill yang Jelas
Jangan mulai dengan:
“Saya bisa apa saja.”
Tentukan:
- Skill utama (contoh: desain, copywriting, admin, video editing, trainer, dll)
- Siapa target marketnya
- Masalah apa yang kamu bantu selesaikan
- Semakin jelas positioning, semakin mudah dipercaya.
3️⃣ Siapkan Portofolio (Walau Belum Punya Klien)
Banyak pemula berhenti karena:
“Saya belum punya pengalaman.”
Solusinya:
Buat proyek contoh (dummy project)
Kerjakan project simulasi
Buat studi kasus
Klien butuh bukti kerja, bukan hanya janji.
4️⃣ Siapkan Dana Darurat
Freelancer tidak punya:
❌ Gaji tetap
❌ THR
❌ Tunjangan
Idealnya siapkan: 💰 3–6 bulan biaya hidup sebelum full terjun
Ini penting supaya tidak panik saat klien sedang sepi.
5️⃣ Belajar Mengelola Keuangan
Pisahkan:
- Rekening pribadi
- Rekening kerja
Biasakan:
- Catat pemasukan
- Catat pengeluaran
- Sisihkan untuk pajak & tabungan
- Masalah freelancer sering bukan kurang income, tapi tidak tertata.
6️⃣ Bangun Personal Branding
Klien biasanya memilih karena:
👉 Percaya
👉 Rekomendasi
👉 Melihat konsistensi online
Mulailah:
- Aktif di LinkedIn / Instagram
- Share insight sesuai bidangmu
- Bangun reputasi perlahan
- Trust itu aset utama freelancer.
7️⃣ Disiplin & Konsisten Prospecting
Freelancer itu bukan kerja saat ada project saja.
Setiap hari tetap perlu:
- Kirim proposal
- Networking (bukan SPAM atau Nyebar iklan di WA, Hardselling)
- Follow up
- Update skill
- Kalau hanya kerja saat ada order, income akan naik turun drastis.
-
8️⃣ Punya Boundary atau Batasan yang Sehat
Freelancer sering mengalami:
- Revisi tak terbatas
- Chat di luar jam kerja
- Pembayaran molor
- Dari awal, jelaskan:
Jam kerja
Jumlah revisi
Sistem pembayaran
Profesional itu bukan galak, tapi jelas.
*Penutup*
Menjadi freelancer bukan tentang kebebasan semata. Tapi tentang tanggung jawab pada diri sendiri.
Kalau siap dengan:
✔️ Skill
✔️ Sistem
✔️ Mental
✔️ Konsistensi
Freelancing bisa jadi jalan karier yang sangat menjanjikan.
Skill yang Perlu Dimiliki Freelancer + Belajar dari Mana?
Banyak yang ingin jadi freelancer, tapi belum tahu:
“Apa saja sih skill yang wajib punya?”
"Bisanya ngetik-ngetik doang"
*Jawabannya ada 3 kategori besar:*
1️⃣ Hard Skill
(Skill Teknis – Bisa Dijual)
Ini tergantung bidangnya, tapi contoh yang paling banyak dicari:
💻 Digital & Online
- Content writing
- Copywriting
- Social media management
- Video editing
- Graphic design
- Admin support / virtual assistant
- Website basic (WordPress)
- Data entry
🎤 Skill Knowledge Based:
- Trainer
- Coach
- Consultant
- Translator
- Tutor online
- Mentor
*Belajar di mana?*
Platform internasional:
- Coursera
- Udemy
- Skillshare
- YouTube
Platform Indonesia:
- Ruangguru
- RevoU
- MySkill
Tips:
Tidak perlu ambil semua. Pilih 1 skill → dalami → praktik → buat portofolio.
2️⃣ Soft Skill
(Ini yang Bikin Naik Level)
Banyak freelancer gagal bukan karena kurang skill teknis, tapi kurang soft skill.
Yang WAJIB:
- Komunikasi profesional
- Negotiation skill
- Time management
- Problem solving
- Emotional regulation
- Boundary setting
- Self discipline
Freelancer tanpa disiplin = income tidak stabil.
Belajar di mana?
- Ikutin training
- Ikutin coacing
- Baca buku-buku seperti Mindset, Atomic Habits, Deep Work, dll)
- Podcast
- Webinar gratis
- Mentoring
- Komunitas freelancer
- Soft skill itu diasah lewat praktik, bukan teori saja.
3️⃣ Business Skill
(Sering Diabaikan)
Ingat: Freelancer = bisnis jasa.
Skill yang perlu dipahami:
- Menentukan harga
- Membuat penawaran (proposal)
- Personal branding
- Prospecting klien
- Basic financial management-
Belajar di mana?
- YouTube (banyak tutorial gratis)
- Ikut kelas digital marketing
- Observasi freelancer sukses di LinkedIn
- Gabung komunitas freelancer
*Urutan Belajar yang Disarankan untuk Pemula*
- Pilih 1 hard skill dulu
- Latih komunikasi & disiplin
- Buat portofolio
- Belajar cara cari klien
- Baru naikkan rate
Jangan terbalik:
❌ Belajar terlalu lama
❌ Takut mulai
❌ Menunggu “sempurna”
Karena skill freelancer berkembang saat sudah jalan.
*Reminder Penting*
Tidak semua skill langsung menghasilkan cepat.
Yang membedakan freelancer berhasil adalah:
✔️ Konsistensi
✔️ Mau terus belajar
✔️ Tidak cepat menyerah saat sepi klien
Sikap yang diperlukan sebagai freelancer adalah
*Rendah hati, tidak jumawa, karena banyak yang lebih pandai tapi mereka menunjukan dengan hasil dan fokus berkarya*
