Kenapa Orang Indonesia Kurang Fasih Berbahasa Inggris? Ini Penyebab & Solusinya
Bahasa Inggris adalah bahasa internasional yang dipakai di berbagai bidang: pendidikan, bisnis, teknologi, hingga hiburan. Namun, dibandingkan dengan negara tetangga di Asia Tenggara, banyak orang Indonesia masih merasa kurang fasih berbahasa Inggris. Padahal, bahasa Inggris sudah diajarkan sejak sekolah dasar hingga perguruan tinggi.
Pertanyaannya: kenapa orang Indonesia masih kesulitan fasih berbahasa Inggris?
Artikel ini membahas penyebab utamanya secara jujur dan realistis, sekaligus memberikan solusi praktis yang bisa langsung kamu terapkan.
1. Lingkungan Tidak Mendukung Penggunaan Bahasa Inggris
Salah satu faktor terbesar adalah minimnya lingkungan yang mendukung praktik bahasa Inggris. Di Indonesia, hampir semua aktivitas sehari-hari menggunakan bahasa Indonesia atau bahasa daerah. Berbeda dengan negara seperti Singapura atau Filipina, yang bahasa Inggrisnya digunakan secara luas dalam kehidupan sehari-hari, media, dan pendidikan.
Akibatnya:
- Orang Indonesia jarang “dipaksa” menggunakan bahasa Inggris
- Bahasa Inggris hanya dipakai saat pelajaran di kelas
- Setelah lulus sekolah, jarang dipraktikkan lagi
- Bahasa adalah skill. Kalau tidak dipakai, ya tumpul.
2. Metode Pembelajaran Terlalu Teoretis
Di banyak sekolah, bahasa Inggris masih diajarkan dengan fokus:
- Menghafal grammar
- Mengerjakan soal pilihan ganda
- Menerjemahkan teks
- Menghafal rumus tenses
Padahal, kemampuan berbahasa itu bukan cuma soal teori, tapi kemampuan komunikasi. Banyak orang Indonesia tahu rumus grammar, tapi gugup saat harus bicara langsung dengan orang asing.
Masalahnya:
- Kurang latihan speaking
- Takut salah pengucapan
- Terbiasa ujian tertulis, bukan percakapan
3. Takut Salah & Takut Ditertawakan
Faktor mental ini sering diremehkan, padahal pengaruhnya besar. Banyak orang Indonesia:
- Takut grammar salah
- Takut diejek logatnya
- Takut dianggap sok pintar
- Takut terlihat bodoh
“Wih, kebarat-baratan amat!”
Akibatnya, orang jadi malas latihan dan memilih diam.
4. Minim Paparan Konten Bahasa Inggris Aktif
Sebagian besar orang Indonesia lebih banyak mengonsumsi konten:
- Film dubbing
- Subtitle bahasa Indonesia
- Konten lokal
- Media sosial berbahasa Indonesia
Padahal, paparan bahasa Inggris sangat penting untuk melatih listening, vocabulary, dan pronunciation. Orang yang sering nonton film tanpa subtitle, dengar podcast, atau baca artikel bahasa Inggris, biasanya lebih cepat fasih.
Contoh platform global:
- YouTube
- Netflix
Kalau konten yang dikonsumsi full bahasa Indonesia, otak kita jarang “dipaksa” memproses bahasa Inggris.
5. Kurang Percaya Diri & Mental Block
Banyak orang Indonesia sebenarnya bisa, tapi tidak percaya diri. Masalah yang sering muncul:
“Kosakata saya kurang”
“Grammar saya jelek”
“Logat saya aneh”
“Takut orang lain lebih jago”
Padahal, di dunia internasional, yang penting adalah komunikasi nyambung, bukan grammar sempurna. Orang asing pun sering salah grammar, tapi tetap pede ngomong.
6. Bahasa Inggris Dianggap Tidak Mendesak
Bagi sebagian orang, bahasa Inggris dianggap:
- Tidak terlalu penting
- Tidak dipakai sehari-hari
- Hanya untuk pelajaran sekolah
- Tidak berdampak langsung ke penghasilan
Akibatnya, motivasi belajar rendah. Padahal, di era digital sekarang, bahasa Inggris membuka akses ke:
- Ilmu global
- Peluang kerja remote
- Freelance internasional
- Bisnis global
- Informasi teknologi terbaru
Banyak platform kerja remote dan freelance global memakai bahasa Inggris sebagai bahasa utama.
7. Kurang Akses ke Partner Latihan
Belajar bahasa itu butuh partner ngobrol. Tapi di Indonesia:
- Sulit menemukan teman yang mau latihan konsisten
- Lingkaran pertemanan jarang pakai bahasa Inggris
- Tidak ada “lingkungan aman” untuk salah
- Padahal, ngobrol langsung adalah cara paling cepat untuk fasih.
8. Sistem Pendidikan Belum Fokus ke Praktik Nyata
Sistem pendidikan formal di Indonesia cenderung:
- Mengejar nilai
- Mengejar kelulusan
- Fokus ujian
Minim simulasi dunia nyata
Jarang ada:
- Simulasi interview bahasa Inggris
- Presentasi full bahasa Inggris
- Diskusi kelompok intens
- Roleplay percakapan sehari-hari
Akibatnya, lulus sekolah tapi tetap tidak pede bicara.
Solusi Praktis Agar Orang Indonesia Lebih Fasih Bahasa Inggris
Sekarang kita bahas solusinya. Ini realistis dan bisa kamu lakukan meskipun sibuk:
1. Biasakan Konsumsi Konten Bahasa Inggris
- Ganti subtitle ke bahasa Inggris
- Nonton video edukasi bahasa Inggris
- Ikuti channel internasional
- Baca artikel luar negeri
Sedikit tapi konsisten lebih baik daripada banyak tapi jarang.
2. Latihan Speaking Setiap Hari (Walau Sendiri)
Kamu bisa:
- Ngomong depan kaca
- Cerita aktivitas harian pakai bahasa Inggris
- Rekam suara sendiri
- Ulangi kalimat dari video
- Yang penting: mulut terbiasa ngomong.
3. Stop Takut Salah
Ingat:
- Salah itu bagian dari belajar
- Native speaker pun sering salah
- Yang penting: pesan tersampaikan
- Lebih baik ngomong belepotan tapi aktif, daripada diam tapi “sempurna” di kepala.
4. Gabung Komunitas atau Partner Latihan
Cari:
- Komunitas belajar bahasa Inggris
- Grup diskusi online
- Partner speaking
- Latihan bareng bikin kamu:
- Lebih pede
- Lebih konsisten
- Tidak cepat bosan
5. Ubah Mindset: Bahasa Inggris = Skill Hidup
Jangan anggap bahasa Inggris hanya pelajaran sekolah. Anggap ini:
- Skill karier
- Skill bisnis
- Skill masa depan
- Skill bertahan di era global
Semakin cepat kamu sadar manfaatnya, semakin besar motivasi belajarnya.
Penutup
Orang Indonesia bukan tidak bisa bahasa Inggris, tapi kurang terbiasa memakainya secara aktif. Masalah utamanya ada di lingkungan, metode belajar, mental block, dan minim praktik. Kabar baiknya: semua itu bisa diubah kalau kamu mau mulai dari langkah kecil dan konsisten.
Tidak perlu nunggu pintar dulu baru ngomong.
Ngomong dulu, nanti pintarnya nyusul. 💪🌍

