Cerita saya bermain LinkedIn dan bergabung di komunitas freelancer
Pada saat itu saya jenuh bermain Facebook, karena di Facebook kebanyak orang berkeluh-kesah.
Kemudian saya belajar cara membuat PT perorangan dan belajar import ekspor. Dalam sebuah video di YouTube banyak orang mencari client ekspor barang ke luar negeri salah satunya dengan menggunakan aplikasi LinkedIn.
Likedin adalah aplikasi profesional yang banyak digunakan orang-orang profesional baik dalam negeri maupun orang-orang luar negeri.
Nah, di LinkedIn ini saya menambahkan teman ada direktur, manajer, akuntan , manajer Sales dan seseorang dari beragam jenis keahlian serta jabatan.
Dalam postingan likedin ada seorang bernama Agung Setiya Wibowo beliau adalah seorang praktisi freelance di LinkedIn.
Membuat grup WhatsApp untuk para freelance dan di posting di LinkedIn. Saya pun bergabung di komunitas freelancer WhatsApp.
Kemudian , Mas agung ini membuat webinar gratis tentang sharing informasi tentang pekerjaan freelance di likedin.
Saya mengikuti dengan seksama ,pemateri memberikan gagasan tentang freelancer di LinkedIn dan menyarankan untuk membangun hubungan baik dengan pengguna likedin , jangan langsung berjualan hard selling.
Dengan like , share dan komentar .
Dengan terjalinnya hubungan baik, akan memunculkan banyak opportunity. Entah berbagi proyek, pekerjaan dan berbagai peluang lainnya.
Bila kamu ingin berteman dengan saya di LinkedIn. Berikut linknya : https://www.linkedin.com/in/sumaji
Sejauh ini saya bermain likedin , hasilnya positif dan baik. Saya bisa melamar kerja , berbagi ilmu pengetahuan dan belajar bisnis dengan praktisinya langsung.
Dengan Orang-orang yang membagikan pengetahuan mereka di LinkedIn. Saya bisa belajar cara marketing , ada yang membahas tentang ISO , ada yang membahas tentang leadership dan ada pembahasan tentang membangun organisasi. KPI , KRI yang berhubungan dengan berjalannya suatu bisnis.
Demikian sekilas pengalaman saya bermain likedin semoga bermanfaat. :)

